
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas (Unand) melanjutkan rangkaian kegiatan field trip hari kedua di Kota Bogor dengan mengunjungi dua institusi strategis dalam riset pertanian tropis: Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (TROA), serta Seameo Biotrop.
Kunjungan pertama dilakukan ke Balai TROA yang berlokasi di kawasan Cimanggu, Bogor. Balai ini merupakan unit kerja di bawah Kementerian Pertanian yang telah berdiri sejak tahun 1817. TROA berfokus pada perakitan, pengujian, dan modernisasi teknologi pertanian untuk tanaman rempah, obat, dan aromatik.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai produk inovatif hasil riset TROA, seperti obat demam berdarah berbasis tanaman, hand sanitizer dari serai wangi, balsam dan aromaterapi, serta nano biopestisida dan minyak atsiri Toll oil. Mereka juga menyaksikan secara langsung proses penyulingan dan pengolahan minyak atsiri dari tanaman aromatik di laboratorium TROA.
Tak hanya itu, rombongan juga berkesempatan mengunjungi kebun wisata rempah dan Rumah Jamu yang menampilkan beragam produk olahan berbasis tanaman rempah dan obat.
“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa Unand. Ini merupakan bagian dari diseminasi hasil riset dan inovasi kami kepada generasi muda,” ujar Maya, perwakilan TROA yang hadir mewakili Kepala Balai.
Setelah dari TROA, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Seameo Biotrop, salah satu dari 26 pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo). Lembaga ini berfokus pada biologi tropis dan konservasi lingkungan, dan berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Di Seameo Biotrop, mahasiswa dipandu oleh Manajer Human Centered Innovation, Dewi Suryani, bersama tim. Mereka diperkenalkan pada sejumlah program unggulan seperti budidaya ikan hias dan konsumsi berbasis bioflok, kebun lebah trigona tanpa sengat, serta sistem pertanian hidroponik (NFT, DFT, dan aeroponik). Selain itu, mereka juga mengunjungi laboratorium kultur jaringan untuk tanaman gaharu dan cendana.
Salah satu mahasiswa peserta kunjungan menyatakan, “Melalui kunjungan ini, kami belajar bahwa inovasi dalam bidang pertanian dan lingkungan tropis bukan hanya soal teknologi, tapi juga menyangkut keberlanjutan, kreativitas, dan kolaborasi lintas lembaga.”
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke mini museum BIOTROP yang menampilkan hasil riset dan produk turunan dari pertanian tropis. Seluruh rangkaian field trip ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap pentingnya inovasi, konservasi, dan kolaborasi dalam membangun pertanian berkelanjutan.
Sumber: padek.jawapos.com